Strategic Management

Pemetaan Aliran dalam Kajian Manajemen Strategi

 Berangkat dari pengalaman sebagai mahasiswa yang pernah menempuh mata kuliah manajemen strategi maupun pengajar mata kuliah manajemen strategi, penulis bisa berasumsi bahwa mata kuliah manajemen strategi yang diajarkan pada mahasiswa bisnis selalu diawali dari kebingunan dalam mencari entry point. Sebagian besar  pengajar (paling tidak sesuai pengamatan penulis) memulai transfer pengetahuan manajemen strategi di kelas dengan melihat manajemen strategi sebagai sebuah proses desain strategi bisnis. Proses ini diawali dari analisis lingkungan, penyussunan model analisis, pilihan strategi dan akhirnya diakhiri dengan evaluasi strategi. Konsekensi dari mekanisme ini, mahasiswa merasa “dipaksa” untuk memahami manajemen strategi untuk menggunakan “kaca mata kuda” sebagai proses desain kebijakan bisnis.

 

Buku  Strategy Safary yang disusun  Mintberg, Ahlstran, dan Lampel dengan sangat komprehensive menawarkan sebuah pemetaan kajian manajemen strategy. Analogi menarik juga ditampilkan sebagai entry point kajian dalam buku ini, mereka menganalogikan peminat manajemen strategi (pengajar, mahasiswa, dan praktisi) sebaga sekelompok orang buta yang ingin mengexplorasi binatang gajah. Sehingga manajemen strategi bisa dilihat dari perspektif yang berbeda.  Disamping itu mereka juga menawarkan buku ini sebagai buku petunjuk untuk melakukan tur di kebun binatang, dengan asumsi bahwa perilaku strategis perusahaan dalam persaingan bisnis dapat dianalogikan dengan perilaku anggota kebun binatang. Dalam tur ini, tentu pengunjung memiliki orientasi berbeda-beda, ada kalanya mereka menikmati tur dengan mengamati dan membanding perilaku antar satwa tapi tidak jarang ada pengunjung yang langsung menuju kandang satwa tertentu untuk mengamati perilaku satwa yang dari awal sudah diminati. Akhirnya, ilustrasi tersebut dapat menambah menariknya buku ini.  

 

Menurut mereka, kajian manajemen strategy dapat dikelompokkan menjadi 10 aliran, yaitu  :

  1. The design school
  2. The planning school
  3. The positioning school
  4. The entreprenerial school
  5. The cognitive school
  6. The learning school
  7. The power school
  8. The cultural school
  9. The environmental School
  10. The configuration school

 Lebih lanjut Mintzberg mengklasifikasi aliran-aliran tersebut kedalam tiga kelompok besar,terdiri dari kelompok prescreptive, process, dan configuration. Kelompok  prescreptive adalah aliran-aliran manajemen strategi yang berfokus pada kajian yang mengarah pada bagaimana strategi diformulasikan secara ideal. Kelompok ini terdiri dari tiga aliran pertama manajemen strategi, yaitu ;  The design school,  The planning school,  dan The positioning school. Apabila the design school mengungkapkan formulasi strategi sebagai desain informal, aliran the planning school melihat desain strategi lebih pada proses yang yang sistematis dan formal, sedangkan aliran ketiga lebih menekankan pada content  strategi yang mengarah peran strategi dalam memposisikan perusahaan di pasar.

 Kelompok kedua dari aliran-aliran manajemen strategi adalah kelompok aliran strategi yang lebih berfokus pada proses formasi strategi dan bagaimana strategi bisnis bekerja daripada  hanya sekedar menyusun formula dan merekomendasikan strategi. Dua aliran dalam kategori ini yang memiliki keterkaitan satu sama lain  adalah the entreprenerial school  dan the cognitive school.  Menurut the entreprenerial school  strategi bisa dihasilkan dari proses penciptaan visi bisnis yang dihasilkan oleh seorang pemimpin (bukan manajer) yang berhasil. Apabila strategi bisa dihasilkan secara personal, maka menurut the cognitive school  strategi juga bisa dilihat dari proses kognisi seorang pemimpin perusahaan. Konsekwensinya, kajian psikologis juga bisa digunakan dalam mengembangkan mental dan pola fikir strategis. Selanjutnya, proses formasi strategy yang lebih luas diungkapkan oleh empat aliran lainnya. Asumsi yang menyatakan bahwa dunia empiris terlalu komplek untuk menjadi dasar pegembangan perencanaan strategis, berkonsekwensi pada kemunculan aliran yang melihat proses formulasi strategi sebagai proses belajar dan proses adaptasi perusahaan terhadap lingkungan (the learning school) atau sebagai proses negosiasi antara perusahaan dengan pesaing dan lingkungannya (the power school). Perspektif lain juga diungkapkan the cultural school yang melihat strategi merupakan turunan (derivasi) dari budaya perusahaan (corporate culture) dan   the environmental school yang melihat strategi sebagai proses reaksi terhadap lingkungan eksternal perusahaan.

 Kelompok aliran manajemen strategi yang terkahir adalah aliran yang nampaknya mengkombinasi dari aliran-aliran yang ada. Kelompok aliran ini hanya terdiri dari the configuration school yang mencoba untuk mengkombinasi proses penyusunan stratgi, konten strategy, dan struktur  dan konteks organisasi.   

 

 

  

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>